Menu

Mengenal 3 Suku Penghuni Lembah Baliem Papua

Papua, Wisata budaya Papua

Tempat eksotis Lembah Baliem yang terkenal akan festivalnya, memang memiliki sisi keunikan tersendiri bagi wisatawan. Selain festival dan pemandangan alamnya yang menakjubkan, lembah Baliem masih memiliki keunikan lagi. Ya, penduduk aslinya yang masih mempertahankan adat dan tradisinya. Setidaknya ada tiga suku utama yang menghuni lembah Baliem, antara lain suku Dani, suku Lani, suku Yali.

Tak melulu soal keindahan alam Papua saja yang menarik untuk ditelisik, kita patut berbangga dengan keanekaragaman suku yang ada di Papua. Mari kita ulas sedikit tentang suku-suku asli lembah Baliem yang masih eksis hingga saat ini.

BACA : MELIHAT EKSOTISME PAPUA DI LEMBAH BALIEM

1. SUKU DANI

Suku Dani

Disunting dari Wikipedia, suku Dani adalah salah satu suku yang menempati lembah Baliem di Pegunungan Tengah. Mereka  tinggal di antara Bukit Ersberg dan Grasberg yang banyak tersimpan kandungan emas, perak, dan tembaga.

Dalam catatan ekspedisi dunia, orang yang pertama kali bersinggungan dan berinteraksi langsung adalah peneliti Richard Archold dari Amerika serikat dan anggota timnya. Mereka adalah orang pertama yang melakukan kontak dengan penduduk asli yang sebelumnya belum pernah tersentuh dunia luar. Tercatat ekspedisi ini terjadi pada tahun 1935.

Dari sini kemudian diketahui bahwa Suku Dani adalah masyarakat agraris. Mereka adalah petani yang ahli menggunakan kapak batu, pisau dari tulang binatang, alat pengikis, bambu atau tombak kayu dan tongkat untuk penggalian.

Pakaian suku dani

Dalam berpakaian, suku Dani masih mempertahankan pakaian adat mereka yaitu mengenakan ”koteka” (penutup kemaluan pria) yang berasal dari kunden/labu kuning. Untuk para wanita, mereka menggunakan pakaian wah dari rumput/serat dan tinggal di “honai-honai” (gubuk yang beratapkan jerami/ilalang). Upacara-upacara besar dan keagamaan, perang suku masih dilaksanakan (walaupun tidak sebesar sebelumnya).

Koteka

Agama suku Dani

Dasar religi masyarakat suku Dani adalah menghormati roh nenek moyang oleh sebab itu mereka mengadakan upacara untuk nenek moyang mereka yang dipusatkan pada pesta babi. Konsep terpenting dari  kepercayaan/keagamaan ini adalah “Atou”. Atou adalah kekuatan sakti dari nenek moyang yang diwariskan secara patrilineal (diwariskan kepada anak laki-laki). Kekuasaan sakti ini antara lain:

  • Kekuatan menjaga alam. Mereka percaya dengan menjaga alam sama dengan menghormati nenek moyang mereka.
  • Kekuatan penyembuhan penyakit dan menolak bala.
  • Kekuatan menyuburkan tanah.

Ada sebuah lambang yang dibuat suku Dani untuk menghormati nenek moyangnya, mereka menyebutnya dengan nama Kaneka. Selain Kaneka juga adanya Kaneka Hagasir yaitu upacara keagamaan untuk mendoakan menyejahterakan keluarga dan masyarakat, serta untuk mengawali dan mengakhiri perang suku.

Namun kini umumnya masyarakat suku Dani beragama Kristen Protestan akibat pengaruh Eropa yang dibawa para misionaris yang membangun pusat Misi Protestan di Hetegima sekitar tahun 1955. Kemudian setelah bangsa Belanda mendirikan kota Wamena maka agama Katholik mulai berkembang.

2. SUKU YALI

Suku Yali

Suku Yali secara administratif masuk wilayah Kabupaten Yahukimo. Kabupaten ini adalah Kabupaten baru dari pemekaran Kabupaten Jayawijaya. Nama Yahukimo pun adalah singkatan dari nama empat suku besar yang tinggal di wilayah tersebut, yaitu suku Yali, Hubla, Kimyal, serta suku Momuna. Suku Yali mendiami pegunungan tengah Jayawijaya, di lembah raksasa Baliem.

Suku Yali membentuk kampung-kampung kecil yang tersebar di daerah pegunungan tengah, di sekitar lembah raksasa Baliem. Orang Yali terbagi-bagi menurut bahasa, dialek, dan budayanya, di antaranya Yali Mek dan Yali Moo. Ada kelompok Anggruk lebih memilih disebut Yali saja.

Keahlian Suku Yali

Masyarakat suku Yali memiliki kesenian tari yang disebut Yunggul (dansa) dengan cara ‘lari kecil’ sambil berkeliling. Mereka secara turun temurun mengenal obat – obatan tradisional dari berbagai tumbuhan seperti Yabi atau sejenis daun gatal yang digunakan sebagai obat sakit badan dan penyakit lainnya.

Ciri Khas Suku Yali

Ada satu hal yang terlihat mencolok dan menjadi ciri khas suku Yali yaitu orang dewasanya hanya memiliki tinggi badan berkisaran 150 cm. belum diketahui apa sebabnya, namun tinggi rata-rata orang Yali adalah 150 cm.

Kepercayaan Suku Yali

Kepercayaan suku Yali adalah animisme dan dinamisme. Penduduk suku Yali sendiri ada yang mempercayai dan menyembah ular. Dalam upacara-upacara tradisional, suku Yali mengadakan persembahan dengan memotong wam (babi) lalu darahnya diletakkan di daun keladi. Daging babi dimasak dan dibawa untuk diberikan kepada ular.

BACA JUGA : NOKEN, KERAJINAN KHAS FUNGSI DAN FILOSOFI MASYARAKAT PAPUA

Terlepas dari kepercayaan tersebut, ada juga sebagian masyarakat yang masih menganggap keramat benda – benda dan alam seperti gunung. Meski demikian banyak juga masyarakat Yali yang memeluk agama, yakni Kristen Protestan.

3. SUKU LANI

Suku Lani

Disebut juga suku Dani barat oleh para misionaris asing. Lani memiliki arti “kamu pergi” dalam Bahasa Walak (Lani barat). Istilah ini muncul dan berhubungan dengan nama suku Lani lainnya yaitu Loma. Loma adalah masyarakat adat yang menghuni wilayah kabupaten Puncak Jaya.

BACA JUGA : MELIHAT EKSOTISME PAPUA DI LEMBAH BALIEM

Seperti halnya suku Dani dan suku Yali, suku lani juga menganut garis keturunan berdasarkan prinsip patrilineal. Maksudnya adalah melihat hubungan kekerabatan dari pihak laki-laki.  Jadi menurut adat, menetapkan aturan virilokal, artinya sesudah menikah pasangan suami istri akan berdiam di sekitar lingkungan kerabat pihak suami.

Dari tiga suku tadi, ada sedikit kesamaan diantaranya, yaitu rumah tinggal yang mereka tempati adalah rumah Honai. Dan pakaian tradisional yang sama, yaitu masih menggunakan koteka, meskipun saat ini telah bergeser menggunakan pakaian modern.

Rumah Honai

Demikian ulasan tentang suku asli lembah Baliem. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang saudara-saudara kita dari timur Indonesia.

No Responses

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *