Menu Tutup

7 FAKTA MENGEJUTKAN LEMBAH BALIEM

Dari sekian banyak keunikan dan keistimewaan dari pulau Papua, ada setidaknya tujuh fakta mengejutkan yang ada di Lembah Baliem. Ayo kita kupas disini,

1. Festival Besar Lembah Baliem, Sajian Treatrikal Perang Antar Suku

Atraksi drama perang antar suku lembah Baliem

Atraksi yang digelar setiap bulan Agustus menjelang HUT kemerdekaan Indonesia ini selalu menyedot perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Festival ini menyuguhkan adat budaya suku-suku dilembah baliem. Dan dari semua acara yang berlangsung selama 3 hari ini, acara yang paling ditunggu adalah drama perang besar antar suku. Yaitu suku Dani,suku Lani dan suku Yali.

Tentunya ini bukan perang suku betulan, ini adalah drama treatrikal yang disuguhkan kepada para pengunjung. Dengan slogan “yogotak hubuluk motog hanaro” yang bermakna “harapan akan masa depan yang harus lebih baik” . Acara ini selain bentuk atraksi pariwisata, atraksi ini juga meupakan wujud harapan bagi masyarakat lembah Baliem.

2. Prosesi Potong jari

Potong jari sebagai lambang kesedihan

Ketika salah satu sanak saudara dari suku Dani meninggal maka mereka yang masih hidup akan memotong salah satu jarinya atau disebut tradisi “ikipalin”. Ini merupakan wujud kesedihan yang mendalam atas kematian dari sanak saudara. Suku Dani memotong jari menggunakan benda tajam atau bahkan digigit hingga putus. Sebagian lagi mengikat jari dengan kencang hingga ujung jari membiru kemudian memotongnya.

Kenapa yang dipotong adalah jari? Karena menurut mereka, jari adalah simbol persatuan, kerukunan dan kekuatan. Sehingga apabila keluarga meninggal maka hilang pula satu kekuatan dalam keluarga itu. Kini tradisi ini mulai ditinggalkan, yang tersisa adalah generasi tua dengan bekas jari terpotongnya yang hingga kini bisa kita jumpai.

 3. Lautan Pasir Putih Di Atas Gunung

Pasir putih diatas gunung

Letak lembah baliem terhitung cukup tinggi yaitu sekitar 1600 mdpl di pegunungan Jayawijaya, tentu dengan berbagai tanaman hijau disekitarnya. Jadi adanya pasir putih ini menjadi sebuah fenomena langka. Bahkan struktur pasir yang menyerupai pasir putih di pantai membuat peneliti meyakini bahwa lembah Baliem adalah sebuah perairan pada ribuan tahun yang lalu.

Bukan hanya pasir putih, di sana juga terdapat bebatuan granit yang menguatkan teori bahwa lembah Baliem dulunya adalah sebuah perairan. Namun berubah secara geografis akibat pergeseran lempeng bumi.

4. Perayaan Pesta Bakar Batu

Pesta bakar batu

Perayaan ini biasa dilakukan oleh suku Dani dalam merayakan pesta pernikahan, syukuran kelahiran, upacara kematian dan juga pesta pasca perang. 

Tumpukan batu yang telah dibakar kemudian diatasnya ditumpuk berbagai sayuran, daging babi, dan umbi-umbian. Setelah matang akan dibongkar dan dibagikan kepada masyarakat. Biasanya kaum laki-laki akan menyiapkan batu dan api, sedangkan para ibu dan wanita menyiapkan bahan makanan yang akan dibakar. Inti dari perayaan ini adalah kebersamaan, gotong royong dan kerukunan antar warga.

5. Suku Yali Yang Memiliki Tinggi 150 Cm

Suku Yali bertinggi 150 cm

Di lembah Baliem selain dihuni suku Dani dan suku Lani. Ada pula suku Yali. Diyakini bahwa suku Yali hanya memiliki rata-rata tinggi badan 150 cm. Ini menjadi suatu ciri khas dari suku Yali selain tarian Yunggul yang sangat unik disana.

6. Mumi Berusia 350 Tahun

mumi Wim Motok Mabel

Bukan hanya di Mesir terdapat mumi, salah satu suku di lembah Baliem juga memiliki mumi. Mumi berusia kurang lebih 350 tahun ini bernama mumi “Wim Motok Mabel”. Beliau adalah kepala suku perang/ panglima perang yang hebat pada masanya.

Karena keagungan sosoknya yang dibanggakan keturunannya hingga kini. Setiap lima tahun sekali ahli waris akan melakukan upacara adat serta memasangkan kalung dari tali noken dan pembalseman untuk menjaga jasad mumi tersebut.

7. Komunitas Muslim Terbesar Di Papua

Komunitas muslim Papua

Meskipun mayoritas masyarakat Papua beragama Kristen atau katolik khususnya di wilayah lembah Baliem. Namun tetap ada komunitas muslim disana dan bahkan terhitung terbesar di Papua. Kerukunan yang masyarakat Baliem menunjukan tingginya toleransi disana dan menjadi contoh bagi daerah lain tentang toleransi beragama.

Disana juga terdapat pesantren yang berusia tua yang menjadi pusat pendidikan agama Islam. Tingginya toleransi dan kerukunan antar warga juga ditunjukan dengan adat yang masih dilakukan hanya saja menyesuaikan dengan komunitasnya masing-masing. Seperti pesta bakar batu yang aslinya menggunakan daging babi, di ganti dengan daging ayam. Sehingga saudara yang muslim juga bisa ikut menikmati.

Itulah fakta mengejutkan dari lembah Baliem. Mungkin masih ada banyak fakta yang belum kita ketahui. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, terlebih lagi menjadi suatu semangat toleransi antar sesame anak bangsa. Siapa kita…? INDONESIA !!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *