Benteng Indra Patra Peninggalan Hindu

Benteng Indra Patra Aceh – Benteng ini merupakan peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh dan masih dapat Anda lihat hingga saat ini dekat pantai Ujong Batee, Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Benteng ini terletak di Teluk Krueng Raya dan berhadapan dengan Benteng Inong Balee yang terletak di kawasan perbukitan di seberangnya. Uniknya untuk mencapai bagian dalam benteng ini Anda harus memanjat terlebih dahulu atau dengan naik tangga yang telah disediakan.

11

Benteng Indra Patra dibangun pada abad ke-7 Masehi oleh Putra Raja Harsa dari Kerajaan Lamuri, yaitu kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) sebelum kedatangan pengaruh Islam. Posisi benteng ini cukup strategis karena berhadapan langsung dengan Selat Malaka sehingga berfungsi sebagai benteng pertahanan dari serangan armada Portugis.

Benteng Indra Patra berukuran besar dan terbuat dari susunan batu gunung setebal 2 meter. Perekat dinding benteng diperkirakan berupa campuran kapur, tanah liat, putih telur, dan tumbukan kulit kerang. Pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, benteng ini digunakan sebagai pertahanan menghadapi armada Portugis.

Dimungkinkan benteng ini berperan dalam menghadang armada Portugis yang ingin memasuki Aceh melalui teluk krueng raya. Pada kawasan pantai teluk dimuara sungai krueng raya juga terdapat sebuah benteng lain yang bernama Benteng Iskandar Muda.

12
Benteng paling besar berukuran 70 x 70 meter setinggi 3 meter. Ada ruangan besar yang kokoh berukuran 35 x 35 meter setinggi 4 meter. Di sebelah dalam benteng utama terdapat 2 buah sumur yang dinaungi oleh bangunan berbentuk kubah.

Sekitar benteng masih banyak pondasi-pondasi lain yang tidak jelas bentuknya dan roboh disebabkan oleh kondisi alam. Pemugaran benteng ini pernah dilakukan setelah tsunami di Aceh tahun 2004. Kini Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Aceh terus merenovasi benteng tersebut.

Tidak ada angkutan khusus yang menuju ke lokasi benteng ini. Dari kota Banda Aceh jaraknya sekitar 19 km. Apabila Anda naik angkutan umum maka gunakanlah labi-labi jurusan Banda Aceh-Krueng Raya yang ditempuh dalam waktu 40 menit. Apabila ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 35 menit.