Gua Liang Bua di Flores

Liang Bua Nusa Tenggara Timur – Tempat ini merupakan sebuah gua di bukit batu kapur di Kabupaten Manggarai, Flores. Warga setempat sangat familiar dengan gua ini karena ukurannya yang besar (panjang 50 meter, lebar 40 meter, dan tinggi 25 meter). Karena ukurannya yang besarĀ  gua ini pernah digunakan sebagai tempat ibadah dan sekolah.
17
Liang Bua telah populer di seluruh dunia setelah ditemukannya sebuah tengkorak manusia purba yang berukuran pendek yang disebut sebagai Homo floresiensis. Fosli ini ditemukan pada kedalaman 6 meter. Ukuran kerangka otaknya hanya 430 cc (dibandingkan dengan manusia normal yang memiliki ukuran otak 1.400 cc). Arkeolog berpendapat bahwa tengkorak ini berasal dari 2 juta-12.000 sebelum masehi atau di zaman pleistosen. Selain itu, pada kedalaman 10,7 meter, tulang binatang purba juga ditemukan termasuk dari Stegodon (gajah purba), komodo, kura-kura, dan kadal.

Liang Bua terletak 14 kilometer dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Bemo (angkutan umum pedesaan) dan truk yang mengangkut penumpang dari Ruteng biasanya melewati situs ini tapi jadwal mereka tidak tentu. Cara terbaik untuk mengunjungi gua ini adalah dengan menggunakan mobil sewaan atau taksi motor. Untuk mencapai Ruteng, Anda dapat mengambil transportasi darat dari Labuan Bajo, Ende atau Maumere. Setiap hari ada penerbangan dari Kupang ke Maumere dan Ende. Ada juga penerbangan setiap hari dari Denpasar ke Labuan Bajo, dan dua kali penerbangan seminggu dari Kupang ke Ruteng.

18
Hotel tidak tersedia di Liang Bua. Hotel atau motel terdekat terletak di Ruteng. Rima Hotel, Losmen Agung, Hotel Sindha dan Hotel Dahlia adalah pilihan yang baik untuk tinggal di Ruteng. Lebih baik Anda membawa makanan dan minuman sendiri karena tidak ada penjual makanan di sini dan berhati-hati saat menggunakan mobil pribadi atau taksi motor karena jalan ke Liang Bua dari Ruteng sangat sempit dan hanya bisa dilewati oleh satu mobil saja. Kondisi mengemudi juga berbahaya karena jalannya yang berbukit.