Jalan Jaksa di Jakarta

Jalan Jaksa Jakarta – Nama jalan ini sendiri berasal dari zaman pendudukan Belanda di Indonesia. Asal usulnya pada waktu itu seorang mahasiswa hukum di Rechts Hogeschool Batavia tinggal di jalan ini sambil menempuh studinya, maka lambat laun jalan ini dikenal dengan nama Jalan Jaksa.

Akhir 1960-an Jalan Jaksa mulai dikenal oleh backpacker dunia. Pada tahun 1968, Natanael Lawalata Sekjen Asosiasi Hostel Pemuda Indonesia, menjadikan rumahnya sebagai hotel yang memiliki nama Wisma Delima. Hotel ini bukan hanya hotel pertama di Jalan Jaksa, tetapi juga satu-satunya hotel di Jakarta yang terdaftar dalam International Youth Hotels Federation.

jalan jaksa jakarta
Jalanan ini kemudian dikembangkan sebagai pusat penginapan dan losmen dan telah dibahas oleh banyak buku panduan perjalanan populer termasuk Lonely Planet. Jalan Jaksa telah menjadi titik transit untuk menjelajahi seluruh kepulauan di Indonesia dan secara resmi ditetapkan sebagai kawasan pariwisata oleh dewan kota Jakarta.

Jika malam semankin larut Jalan Jaksa semakin berdenyut, biasanya para turis-turis asing dan masyarakat lokal duduk santai di kafe-kafe yang berjajar manis di sepanjang jalan sambil menikmati santapan mereka.

Festival Jalan Jaksa digelar setiap bulan Juli atau bertepatan dengan musim panas. Festival ini mulai digelar sejak tahun 1994. Festival ini biasanya menampilkan  kuliner unik khas Betawi, bazar, kesenian Betawi, musik dan tarian tradisional Indonesia.

Jalan Jaksa sangat  mudah untuk dicapai karena berada di tengah kota Jakarta. Bila menggunakan bus Transjakarta Blok M-Kota, maka bisa berhenti di halte Thamrin kemudian diteruskan dengan naik bajaj atau ojek ke lokasi. Atau bisa juga dengan berjalan kaki karena jaraknya hanya sekitar 800 meter. Bagi turis yang tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, bisa naik bus Damri tujuan stasiun Gambir lalu dilanjutkan dengan menggunakan Bajaj. Jika ingin berjalan jaraknya sekitar 1 kilometer saja.