Jalan-jalan ke KURA (Tana Toraja)

July 2014  saya, istri, bersama beberapa rekan kami berkesempatan untuk berlibur ke Tana Toraja  yang merupakan salah satu daerah wisata unggulan Sulawesi selatan, Tana Toraja sendiri berjarak sekitar 300an km dari ibu kota Sulawesi selatan yaitu Makassar, dengan waktu tempuh normal sekitar  8-9 jam, dan juga merupakan daerah Pegunungan,  ini menjadi kali pertama kali bagi saya bersama istri menginjakkan kaki ke Tanah Toraja.

Kami berangkat  dari Makassar sekitar pukul 08:00 pagi dengan menggunakan carteran mobil Elf dengan kapasitas 10 orang, untuk sampai ke Tanah Toraja kami melalui bebrapa kota yaitu, Maros – Pangkep – Barru – Pare-pare- sidrap-Enrekang. Sebelum kami sampai ke kota yang terkenal dengan produksi hasil buminya yaitu Kopi, kami menyempatkan singgah di Enrekang tepatnya di pinggir jalan yang Viewnya menghadap ke gunung Bambangpuang untuk makan siang.

Tanah Toraja

Sekitar 3 jam setelah kami singgah di tempat terakhir, akhirnya kami tiba juga di TanaToraja, tepatnya di daerah RANTEPAO, daerah ini bisa dikatakan merupakan daerah yang paling ramai diantara daerah lainnya, terasa suhu luamayan sejuk di daerah ini, sekitar 24 Celcius.  Di rantepao,kami  memilih untuk menginap di Hotel Misiliana, hotel bisa dikatakan salah satu yang terbaik yang ada dikota ini, dan mayoritas tamu hotel ini adalah turis mancanegara, tidak mengherankan karena hotel ini memiliki konsep yang identik dengan budaya setempat, selain tentunya ada fasiltas  standar hotel  lainnya.

hotel misliana

hotel misliana

Keesokan harinya kami akan menuju ke salah satu daerah yang agak terpencil, dan kami akan menginap selama 2 malam di rumah kerabat kami, butuh sekitar 1jam 30 menit untuk sampai ke daerah yang kami tuju dengan melalui kondisi jalan yang berkelok-kelok , tanjakan dan beberapa bagian jalan yang rusak, nama daerah ini adalah KURRA’ , profil daerah ini sendiri berada di perbukitan, dengan hamparan sawah yang terbentang luas adapun  suhu wilyah ini berada di kisaran 20-22 celcius pada siang hari, dan16-18 celcius pada malam hari.

tanah toraja

Tanah Toraja

Lokasi yang menjadi tempat kami menginap bisa dikatakan diluar dari perkiraan saya, Terkejut….yup itu menjadi kata yang terlintas pada awalnya yang ada dibenak saya, kami berkesempatan tinggal di atas bukit di kompleks yang bisa dikatakan masih asli budaya setempat, dan kami tidur di Rumah Adat khas daerah Tana Toraja, yang sudah terkenal di seluruh dunia, dan merupakan ikon budaya dari sulwesi selatan. Ya kami tinggal di TONGKONAN ( nama rumah khas toraja), yang kontruksinya terbuat dari kayu dan papan.

Tanah Toraja

kura toraja

Selama di kurra’ kami juga berkunjung ke sekolah mandiri yang menjadi rintisan dan binaan kerabat kami yang menjadi tuan rumah, kami sangat terkesan dan kagum akan apa yang di kerjakan oleh kerabat kami ini, sekolah mandiri ini di buat bagi warga daerah sekitar baik bagi orang yang kurang mampu, maupun orang yang tidak terjamah oleh system pendidikian dari pemerintah. Sekolah ini bisa dikatakan sangat sederhana, ya bisa diliat mirip dengan sekolah “Laskar Pelangi”, tapi dengan keterbatasn yang ada para murid belajar dengan antusias, begitupula dengan para pengajar yang ada,mereka dengan berbesar hati dan semangat dalam memberi pengajaran…it’s Amazing…Salute For You All….Keep Your Spirit. ini menjadi bukti bahwa fasilitas penting, tapi bukan merupakan batasan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik..salah satunya pendidikan..dan kadar antusias tidak ditentukan oleh keadaan sekitar, tapi oleh kita sendiri..

kura toraja

Setelah menghabiskan waktu di KURRA’ selama 2 malam, kami akhirnya kembali ke Makassar.., tentunya kami tidak lupa untuk membeli oleh-oleh untuk  kami bawah ke rumah kami, salah satunya so pasti TORAJA COFFE……SO…….See You Next Time..TORAYA…KURE’ SUMANGA…