Kepulauan Banda Di Maluku

 Kepulauan Banda terbagi dalam sepuluh pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda, ±140 km samping selatan Pulau Seram serta 2. 000 km samping timur Pulau Jawa. Kepulauan seluas 180 km² ini termasuk dalam wilayah Propinsi Maluku. Kota terbesarnya, Bandanaira, terdapat di pulau dengan nama yang sama. Sekitar 15. 000 jiwa tinggal di kepulauan ini. Kepulauan ini popular untuk pengagum selam scuba dan snorkeling.
Pulau banda2
Lokasi taman laut Banda terletak diantara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir serta Pulau Hatta. Tepatnya terdapat di Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Untuk menuju lokasi bisa ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota Ambon selama satu malam.

pulau banda Kegiatan wisata bahari di perairan Banda beraneka macam, seperti melihat taman laut dari atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna serta cakalang, lihat ikan paus, lumba-lumba, termasuk beragam type ikan serta kerang purba yang waktu ini disuakakan seperti ikan Napoleon, burung laut yang berenang serta terbang dekat dan melihat Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu) dari pantai.

Acara yang tidak kalah menarik yang lain yaitu acara timba uli yang dapat disaksikan setiap tahun 2 x yakni pada bulan Maret serta April pada mendekati malam bulan 15 hari (dilangit) jam 17. 00 s/d 20. 00 WIT. Timba uli yaitu “pesta laut” masyarakat Banda untuk menangkap hewan laut sejenis ulat laut berwarna hijau yang panjang (menyerupai benang) serta berbulu. Pada acara ini, berhamburan orang-orang Banda ke pantai, laki serta wanita, tua serta muda.
Dengan mambawa alat tangkapan uli (alat tangkap uli) mirip serok (bahasa Jawa Timuran) terbuat dari kain halus serta beragam type lampu, menanti keluarnya uli dari dasar pantai pesisir laut lalu di tangkap. Hasil tangkapan uli lalu dimasak dengan bumbu spesial lalu jadi sajian khas, lezat serta bergisi tinggi yang dimakan dengan sagu atau singkong rebus
Women snokeling over coral reef by deserted island. Banda Sea, Indonesiaa
Layanan service guide bisa membantu wisatawan untuk memakai alat-alat pancing, sekalian menuturkan sistem penangkapan ikan cakalang yang dilakukan oleh nelayan.
Di Pulau Banda ada banyak toko yang menjual beragam souvenir, seperti miniatur kapal dalam botol, anyaman bambu alat menuai pala serta benda-benda tiruan peninggalan Belanda serta Portugis. Ada juga sebagian guest house yang disewakan untuk bermalam