Kota Medan Kota Bisnis

Kota Medan Sumatra Utara – Merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara adalah kota di mana kegiatan bisnis dan perdagangan berkembang pesat, hal ini tidaklah mengherankan karena sejak dahulu Kota Medan menjdi salah satu pusat perniagaan di wilayah Pulau Sumatera. Hampir sama seperti di kota besar lain di Indonesia pada waktu pagi hari saat anak sekolah dan para pekerja memulai kegiatannya dan makan siang,serta sore saat pulang kantor terjadi kemacetan di jalan utama dan kawasan bisnis.
1
Umumnya tujuan orang mengunjungi Kota Medan ialah untuk melangsungkan urusan bisnis, jarang sekali mereka menikmati obyek wisata maupun kuliner yang tersebar di Kota Medan padahal dengan komposisi penduduk yang terdiri dari berbagai etnis dari Melayu,Batak,Tiongkok ,Hindia dll dan pengaruh dari peninggalan Kolonial Belanda yang terlihat dari gedung-gedung peninggalanm lain dan. Beberapa obyek wisata yang ada antara lain :
2
Rumah Tjong Afie

Di abad 19 di Kota Medan pernah tinggal seorang pengusaha dari etnis Tiongho beranama Tjong Afie saat itu beliau merupakan orang terkaya di kota Medan dan sekitarnya banyak perusahaan terutama perkebunan dan perdagangan yang dimilikinya.pergaulannya sangat luas baik dengan semua pihak nama bahkan banyak gedung-gedung lama yang masih berdiri hingga kini seperti Gedung Balikota (kini menjadi bagian dari Hotel aston Internasional Medan),Gedung London Sumatera disebut juga Lonsum (perusahaan Perkebunan),Gereja Velangkanni gereja yang berasitektur mirip kuil agama Hindu,merupakan adalah beliau adalah

Istana Maimun

Istana Maimun yang terletak di pusat Kota Medan persisnya di jl.brigjend katamso merupakan saksi kejayaan dan kebesaran kesultanan melayu Deli Yang pernah berkuasa di sumatera utara.Istana ini dibangun di masa pemerintahan sultan Melayu Deli ke 9 sultan ma’moen Al Rasyid Perkasa alamsyah. pembangunannya diarsiteki kapten Zenie Kerajaan Belanda yang bernama T.H.Van earp yang juga arsitek pembangunan masjid raya al mashun.istana ini diselesai dibangun 25 agustus 1888 hingga sekarang istana ini menjadi tempat tinggal kerabat istana dan pelaksanaan acara-acara budaya seperti pengangkatan sultan dll.istana ini juga terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari dari mulai buka 8.00-sore hari.mengunjungi museum ini pengunjung akan melihat koleksi peninggalan Kesultana Delhi seperti singgasana sultan,foto-foto para sultan Melayu Deli dan keluarganya ,furnitur,bendera kesultanan dll.

Untuk akomodasi tidak perlu dikhawtirkan, tempat menginap ada banyak pilihan dari kelas hostel maupun hotel kelas melati yang tarif per malamnya berkisar Rp 200.000-Rp 300.000- hingga hotel berbintang 5 yang tarifnya hingga Rp 1 juta lebih per malam tingggal pilih sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan Anda.