Pasar Klewer Surakarta

Sebagai pasar batik lokal paling besar di Indonesia, Pasar klewer benar-benar sayang untuk tidak dikunjungi, terlebih untuk penggemar wisata belanja ( pakaian). Dimulai dari batik cap kain katun seharga belasan ribu, sampai batik catat sutra seharga jutaan rupiah ada di pasar ini.
pasar-klewer-solo
Sebagai obyek wisata lokal alternatif (wisata belanja), mutu barang yang di tawarkan di Pasar klewer ini, tidak akan kalah dengan barang yang ada di pajang mall atau butik, juga ada satu nilai lebih bila kita berbelanja di pasar ini, disamping harga nya yang murah, dengan berbelanja ditempat ini, kita telah membatu meningkatkan pasar tradisional yang mulai saat ini sudah banyak tergusur dengan hadirnya pasar-pasar moderen (mall).

Pasar klewer yang dulunya datang dari pedagang Pasar Slompretan yang terdapat di jalan Dr. Rajiman (dulu di kenal dengan nama Secoyudan) di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. Pasar klewer mempunyai spesifikasi kegiatan bursa textil serta batik paling besar di Kota Solo serta sekitarnya juga populer di seluruh Indonesia.

Pasar klewer adalah aset Kota Surakarta yang berdiri di atas tanah seluas 12. 950 m2. Tanah itu adalah tanah eks Swapraja/Pasar Slompretan yang lalu dikuasai Pemerintah Kota Surakarta dengan status Hak Pakai No. 8.

Menurut cerita, masa penjajahan dahulu Pasar klewer memiliki fungsi untuk tempat pemberhentian kereta. Orang-orang juga memakainya untuk tempat buat menjual beragam jenis product pada beberapa penumpang sampai pada akhirnya populer dengan nama Pasar Slompretan. Kata slompretan datang dari slompret (terompet) lantaran nada kereta yang akan berangkat serupa dengan nada terompet ditiup.
Sejumlah calon pembeli melihat-lihat sejumlah baju batik yang dijual di pasar Klewer, Solo, Jateng, Sabtu (26/12).
Pasar Slompretan ini dapat dijejali dengan pedagang kecil yang menjual tekstil terutama batik. Beberapa pedagang ini menjual batiknya dengan cara dipanggul di pundak, hingga batiknya tampak berkleweran atau berjuntaian. Bersamaan dengan perjalanannya, pasar ini lalu lebih populer dengan nama Pasar klewer.
Pada th. 1970an, pasar ini di bangun jadi suatu bangunan permanen berlantai dua yang cukup luas. Konsumen akan lebih leluasa berbelanja lantaran pasar dengan lebih dari dua ribu unit kios ini mempunyai tangga-tangga yang cukup luas hingga tak ada kesan berdesak-desakan.