Pemandian Air Panas Ciater

Pemandian Air Panas Ciater
Ciater atau Sari Ater adalah satu diantara tempat tujuan wisata andalan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam 1bulan, tempat pemandian air panas alami Ciater dapat menyedot pengunjung rata-rata sebanyak 60. 000 orang. Mereka tidak sekedar wisatawan dari lingkup lokal Jawa Barat serta sekitarnya saja, tetapi juga datang dari kota-kota besar di Indonesia, bahkan tak sedikit juga wisatawan dari mancanegara, seperti turis yang datang dari negara-negara di kawasan Timur Tengah
P1000870
Pemandian air panas Ciater terdapat tidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu. Air panas yang dihasilkan juga bersumber dari kawah aktif gunung sebagai legenda tanah Pasundan itu. Tak hanya dialirkan ke pemandian Ciater, air yang mengaliri sungai sepanjang 2000 meter itu juga dipakai untuk kebutuhan pengairan tempat persawahan. Menurut pernyataan beberapa petani setempat, air yang bersumber dari Gunung Tangkuban Perahu itu lebih berdampak positif pada mutu hasil panen dari pada bila memakai air umum untuk mengairi sawah

Sumber mata air panas yang ada di sebagian lokasi di Ciater di sajikan dalam wujud kolam serta kamar rendam dengan design yang unik. Dengan luas areal 30 hektare serta pesona alam khas pegunungan, object wisata paling besar di Jawa Barat ini menjanjikan beragam fasilitas wisata untuk Anda serta keluarga untuk bersantai dengan berendam di hangatnya air panas yang menyehatkan sambil menikmati keindahan alam yang tersaji di sekelilingnya.
1143_air_panas_alami_yang_dipercaya_menyembuhkan_berbagai_penyakit
Awal mulanya, lokasi yang terdapat di kaki Gunung Tangkuban Perahu ini masih berbentuk areal hutan yang oleh sebagian warga sekitar dianggap angker. Di rimba itu, terdapat banyak pohon-pohon yang di kenal dengan nama pohon ater. Menurut narasi yang beredar di masyarakat tempatan, suatu saat ada seorang yang mencoba memotong pohon ater itu, serta ternyata dari cabang pohon yang dipotong itu keluarlah air yang cukup deras.

Fenomena ini tentu saja jadi anugerah untuk orang-orang sekitar yang saat itu sedang mengalami kesulitan akan air bersih. Pancaran air yang keluar dari pohon ater itu dipercaya oleh warga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit, terlebih penyakit kulit. Kebenaran atas kepercayaan warga itu dibuktikan oleh seseorang peneliti dari Belanda, HackHack Bessel, setelah melakukan pengujian pada air yang nyatanya memanglah mujarab itu