Peninggalan Megalitik di Kampung Bena

Kampung Bena Nusa Tenggara Timur – Situs ini terletak di wilayah Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung Bena sangatlah unik karena di tengah modernisasi sebuah kota masih tetap setia menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur mereka, mulai dari arsitektur rumah hingga kebiasaan yang leluhur mereka biasa lakukan. Terdapat sekitar 16 rumah berdiri kokoh di dalam perkampungan ini, setiap rumah para pengunjung akan melihat para wanita menenun di rumah masing – masing. Yah kebanyakan warga disini mata pencahariannya adalah berkebun untuk Lelaki dan Menenun untuk perempuan, tentu saja untuk kebutuhan hidup sehari – hari mereka.
10
Dalam Budaya yang dianut oleh Masyarakat Kampung Bena Khsususnya dan Masyarakat Ngada pada umumnya, mereka memperyai dua bentuk rumah dimana yang bentuknya seperti Jajar Genjang itu untuk simbol Lelaki dan yang bentuknya seperti Kerucut itu simbol untuk wanita. Warga bena sangat ramah dalam menyambut tamu yang berkunjung kesana, yah kita akan di sambut oleh senyuman khas yang membuat hati kita akan merasa nyaman berada di sekitar mereka, walaupun dari tampilan akan terlihat sangat menyeramkan.

 

9
Selain warisan bentuk arsitektur rumah yang masih terjaga, di Kampung Bena juga masih akan kita jumpai Batu Megalitikum yang masih tergaja hingga saat ini. Masyarakat Bena sangat berbaur dengan alam, yah walaupun tidak bisa di pungkiri perkampungan Primitif ini sedikit demi sedikit sudah mengalami sedikit modernisasi. Secara Jarak dari Bajawa yang merupakan Kota Kabupaten Ngada Cukup Dekat, sekitar 30 Menit Perjalanan.

Warga Bena juga punya perayaan yang diperingati setiap tahun dan dilakukan setiap Bulan Desember akhir Hingga Awal Januari , yah perayaan keagamaan yang dilakukan secara besar – besar dengan menyembelih berpuluh – puluh ekor hewan ternak. Dalam perayaan ini kita akan di sajikan Tarian Ja’i Khas Bajawa dan beberapa acara seperti kegiatan keagamaan.

Untuk menuju Kampung Bena, pengunjung dapat menggunakan satu dari 3 pilihan jalur alternatif, jika menggunakan jalur darat bisa lewat Kota Labuan Bajo atau Kota Maumere menuju Kota Bajawa. jika memilih jalur Laut bisa Melalui Kupang Menuju Pelabuhan Aimere di Kabupaten Ngada dan Melanjutkan perjalanan Menuju Kota Bajawa, Kapal Ferry yang melayani Rute Kupang – Maumere Hanya ada 1 Kali Seminggu yaitu di Hari Kamis, Sekitar 12 Jam perjalanan. Apabila Menggunakan Jalur Udara Bisa Melalui Kupang menuju Bandara Soa di Kabupaten Ngada , Pesawat yang melayani ada 2 yaitu Trans Nusa dan Merpati Nusantara Airlines setiap hari. Dari Bandara Soa bisa meneruskan perjalanan menuju kota Bajawa sekitar 30 Menit Perjalanan.