Sejarah Keraton Ngayogyakarta

 Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang saat ini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Meskipun kesultanan itu secara resmi sudah jadi sisi Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini tetap berperan untuk rumah sultan serta rumah tangga istananya yang tetap menggerakkan tradisi kesultanan sampai saat ini. Keraton ini saat ini juga adalah satu diantara tempat wisata di Kota Yogyakarta.

krkratonyk07072012114607

Beberapa kompleks keraton adalah museum yang menaruh beragam koleksi punya kesultanan, termasuk beragam pemberian dari raja-raja Eropa, tiruan pusaka keraton, serta gamelan. Dari sisi bangunannya, keraton ini adalah satu diantara misal arsitektur istana Jawa yang paling baik, mempunyai balairung-balairung elegan serta lapangan dan paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I sebagian bln. pasca Kesepakatan Giyanti pada tahun 1755. Lokasi keraton ini konon yaitu sisa suatu pesanggarahan2 yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini dipakai untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura serta Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain mengatakan lokasi keraton adalah suatu mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di dalam hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang saat ini termasuk lokasi Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman

Secara fisik istana beberapa Sultan Yogyakarta mempunyai tujuh kompleks inti yakni Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), serta Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan) 45. Diluar itu Keraton Yogyakarta mempunyai beragam warisan budaya baik yang berupa upacara ataupun benda-benda kuno serta bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga adalah satu instansi kebiasaan komplit dengan pemangku adatnya. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bila nilai-nilai filosofi begitupun mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta. Serta untuk itulah pada tahun 1995 Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dicalonkan untuk menjadi satu diantara Website Warisan Dunia UNESCO.

tari-serimpi-khas-keraton-yogyakarta-big-1357
Arsitek kepala istana ini yaitu Sultan Hamengkubuwana I, pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Ketrampilannya dalam bagian arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda, Theodoor Gautier Thomas Pigeaud serta Lucien Adam yang menganggapnya untuk ” arsitek ” dari saudara Pakubuwono II Surakarta “