Menu

SISTEM NOKEN, TATA CARA DAN TEKNIS PELAKSANAANNYA

Logo KPU

Pemilu di Papua menjadi sorotan dengan masih adanya pemilu sistem noken, lalu apa itu pemilu sistem noken? Berikut adalah ulasann,pengertian sistem noken dan cara pelaksanaannya.

Papua adalah surga bagi Indonesia, selain keindahan alam dan kebudayaannya, juga hasil kekayaan alam yang ada di Papua. Namun papua sejak dahulu seperti dianak tirikan. Para elit hanya peduli dengan kekayaan alam Papua saja. Mungkin itu salah satu faktor kenapa masyarakat Papua masih tertinggal. Tak ayal ada saja sekelompok kecil masyarakat Papua yang ingin memerdekakan diri (OPM).

Namun sekarang perlahan Papua mulai bangkit. Infrastruktur perlahan menggeliat di Papua. Yang paling krusial adalah proyek ambisius pemerintah pusat yang ingin menyambungkan Papua dengan megaproyek Trans Papua. Memang bukan pekerjaan mudah, tapi harus dilakukan sekarang agar masyarakat papua segera bangkit sejahtera, memiliki daya saing juga tumbuhnya ekonomi masyarakat sehingga Papua tak lagi tertinggal.

Bayangkan saja, masyarakat disana harus menempuh perjalanan berhari-hari bahkan sampai berminggu untuk menuju tempat lain. Seperti ke pasar untuk menjual hasil pertanian atau mengunjungi saudara. Waktu yang sangat lama itu karena tidak adanya jalan. Mereka menerobos hutan belantara untuk sampai ditujuan. Sangat menyedihkan. Bagai mana tidak, kita yang hidup di Jawa mau keluar kota atau kemanapun bisa sampai dengan cepat.

Tapi semenjak dibangunnya jalan Trans Papua, perjalanan masyarakat sekarang jadi lebih cepat. Yang dulu empat sampai tujuh hari, sekarang bisa ditempuh hanya dengan beberapa jam. Meskipun belum semua jalan yang dibangun diaspal. Perjuangan pemerintah dibantu TNI yang membuka jalan untuk menyambungkan Papua mulai membuahkan hasil. Masyarakatpun bahagia.

PEMILU DI PAPUA

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan ada 12 kabupaten yang akan menggunakan sistem noken pada pemilu serentak 2019 ini. Kabupaten tersebut seluruhnya ada di kawasan Pegunungan Tengah.

Yaitu Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mamberamo Tengah, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiai, Yahukimo, dan Kabupaten Intan Jaya. Hanya ada dua wilayah yang tidak menggunakan system noken dikawasan Pegunungan Tengah, yaitu Kabupaten Yalimo dan Pegunungan Bintang.

“Memang benar penggunaan system noken saat ini sudah sesuai diatur dalam PKPU” ujar Kossay.

pemilu sistem noken

 Selain kesiapan logistik pemilu, kesiapan keamanan menjadi sangat krusial. Menurut Kapolri Jenderel Tito Karnavian, Papua masih menjadi perhatian Polri sebagai kawasan rawan konflik dalam pelaksanaan pemilihan legislative dan pemilihan presiden. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan sistem noken yang masih digunakan di Papua.

“Ada kelompok-kelompok bersenjata ini menjadi atensi pak Panglima (TNI) dan saya” ujar Jenderal Tito Karnavian. Menurut dia, hal itu masih bisa diatasi selama TNI dam Polri kompak dan dapat dukungan dari masyarakat.

BACA JUGA : NOKEN, KERAJINAN KHAS FUNGSI DAN FILOSOFI MASYARAKAT PAPUA

APA ITU SISTEM NOKEN?

Noken adalah tas tradisional asli Papua yang terbuat dari pintalan serat kayu dan akar. Noken juga menjadi salah satu kerajinan khas Papua dan jati diri masyarakat Papua. Namun dalam sistem pemilu, itu adalah tata cara pemilihan yang di gunakan di sebagian kawasan Papua.

Pada sistem ini ada dua pola dari fungsi noken. Pertama, pilihan suara seluruh anggota suku atau diwakilkan kepada suku masing-masing atau aklamasi. Kedua, noken difungsikan menjadi pengganti kotak suara. Regulasi teknis ini dituangkan dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2017 dan Keputusan KPU Papua Nomor 1 tahun 2013.

Lalu bagaimana tata cara sistem noken? Berikut WOWmin uraikan.

TATA CARA DAN TEKNIS SISTEM NOKEN

surat suara dimasukan ke dalam noken

Para pemilih yang telah mendapat kartu pemilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Didepan bilik disiapkan Noken kosong sebagai ganti kotak suara. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah caleg atau pasangan calon presiden maupun kepalad daerah yang menjadi peserta dalam pemilu.

Setelah semua pemilih telah hadir di TPS, kemudian KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) mengumumkan kepada para pemilih. Pemilih yang mau memilih kandidat supaya berbaris didepan Noken sesuai nomor urut kandidat yang akan dipilih. Setelah semua berbaris, KPPS akan menghitung jumlah orang yang ada di barisan noken sesuai nomor urut kandidat. Setiap orang yang berbaris dihitung satu suara per kepala. Kemudian setelah selesai, KPPS membuat berita acara dan sertifikasi hasil penghitungan suara yang ditandatangani oleh KPPS dan saksi dari partai politik ataupun kandidat.

Dalam sistem noken tersebut, cara yang populer adalah warga mendukung pilihan kepala sukunya yang selanjutnya menetapkan sikap lewat surat suara yang dimasukkan pada noken. Cara kedua, pemilih bisa memasukkan sendiri surat suara ke dalam noken, dikoordinir kepala suku.

Sistem Noken adalah bagian dari kearifan local masyarakat Papua dan Mahkamah Konstitusi (MK) mengakui dan mengesahkan sistem noken, sesuai Keputusan MK Nomor 47-48/PHPU.A-VI/2009 yang sesuai dengan pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi,

“Negara mengakui dan menghormati kesatuan kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang –undang”.

Demikian ulasan WOWmin tentang Sistem Noken, tata cara dan teknis pelaksanaannya, semoga bermanfaat.

No Responses

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *