Taman Nasional Lorentz

Balai Taman Nasional Lorentz adalah perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara serta Pasifik. Lokasi ini juga adalah salah satu di antara tiga lokasi didunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

2010-06_lorentz-national-park_indonesia
Letaknya membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5. 030 meter dpl), sampai perairan pesisir pantai dengan hutan bakau serta batas pinggir perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, ada spektrum ekologis mengagumkan dari lokasi vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, serta tempat basah.

Dalam lokasi Taman Nasional Lorentz minimal ada lima zona vegetasi menurut ketinggiannya, yakni zona dataran rendah, zona pegunungan, zona sub-alpin serta zona nival. Lokasi rimba Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada th. 1997, sehingga sarana/fasilitas untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, serta belum semua object serta daya tarik wisata alam di taman nasional ini sudah diidentifikasi dan di kembangkan. Tetapi demikian, puncak salju kekal adalah satu diantara potensi seperti wisata minat khusus. Puncak ini setiap tahun senantiasa jadi arena uji nyali serta ketangguhan untuk para pendaki gunung.

Disamping keanekaragaman hayati yang tinggi, taman nasional ini di dukung oleh keanekaragaman budaya yang mempesona. Diprediksikan kebudayaan di lokasi ini sudah berusia 30. 000 th. dan adalah tempat tempat tinggal suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan serta Asmat. Kemungkinan masih ada lagi orang-orang yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.
Suku Asmat populer dengan ketrampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku itu identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan untuk badan manusia, dahan-dahannya untuk lengan, serta buahnya untuk kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup beberapa arwah nenek moyang mereka. System orang-orang Asmat yang menghormati pohon, nyatanya berlaku juga untuk sungai, gunung dan sebagainya.
Kombinasi ketiga hal tersebut di atas, yakni kekayaan keanekaragaman hayati, tanda-tanda alam serta pemandangan alam, dan budaya orang-orang tradisionalnya yang demikian tinggi adalah potensi pariwisata yang mengagumkan.
lorentz-national-park-5
Secara umum Taman Nasional Lorentz bisa dicapai lewat beberapa kota, diantaranya : Timika (Kab. Mimika), Nabire (Kab. Nabire), Enarotali (Kab. Paniae), Wamena (Kab. Jayawijaya), Meroke (Kab. Meroke), Mulia (Kab. Puncak Jaya). Semua kota-kota tersebur bisa dijangkau dengan transportasi udara dari Biak serta Jayapura dengan waktu tempuh antara 1 – 2 jam.