Tomohon Kota Sejuta Bunga

Kota Tomohon Sulawesi Utara – Berdiri di ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), berada diantara 2 gunung berapi aktif, yaitu Gunung Lokon (1.689 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m). Temperatur udara di Kota Tomohon pada waktu siang bisa mencapai 30 derajat Celsius dan 23-24 derajat Celsius pada malam hari.
1
Iklim Kota Tomohon yang sejuk adalah ciri tersendiri di Provinsi Sulawesi Utara. Keanekaragaman hayati ini menjadi tantangan untuk didalami. Melalui salah satu yayasan yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan dilakukanlah sebuah ekspedisi pencarian tanaman asli Tomohon. Setelah dilakukan ekspedisi penelitian ke pedalaman Gunung Masarang oleh Yayasan Masarang bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, telah ditemukan berbagai spesies flora dan fauna langka yang hanya terdapat di Sulawesi. Sebagian tanaman langka tersebut kini telah disemaikan di persemaian Yayasan Masarang yang nantinya akan dijadikan bagian dari kebun raya baru di Gunung Masarang. Kebun raya ini diharapkan akan menjadi penyedia benih, fasilitas pendidikan lingkungan hidup, proyek kerja sama serta obyek ekowisata untuk turis lokal dan mancanegara.
2
Spesies flora dan fauna yang berhasil ditemukan antara lain : Nepenthes masarangense, bufo celebensis (katak bertanduk), oleh penduduk setempat sering disebut karaksungean, Ficus minahassae, schefflera actinophylla yang merupakan salah satu flora asli Tomohon.

Pada 8 Februari 2006 untuk pertama kalinya diadakan Parade Bunga di Tomohon untuk menarik wisatawan dan budi daya bunga. Parade bunga ini oleh Walikota Tomohon dijadikan kalender tetap tahunan. Pada bulan Juni 2008 diselenggarakan Tomohon Flowers Festival (TFF) sebagai kelanjutan dari Parade Bunga yang diadakan 8 Februari 2006.

Mayoritas penduduk Tomohon adalah suku Tombulu, namun terdapat pula suku Toutemboan yang mendiami ujung Utara kota Tomohon, tepatnya di Desa Tinoor yang terdiri dari Tinoor Satu dan Tinoor dua. Tomohon juga didiami suku-suku lain, baik yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara maupun suku lain di Indonesia.

Pada kehidupan sehari-hari penduduk di Kota Tomohon selain memakai Bahasa Manado dan Bahasa Indonesia, sebagai bahasa komuikasi juga menggunakan bahasa Minahasa. Seperti diketahui di Minahasa terdapat delapan macam bahasa daerah yang dipakai oleh delapan etnis yang ada, seperti Tountemboan, Toulour, Tombulu dan lain-lain. Bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Kota Tomohon adalah bahasa Tombulu karena memang wilayah Tomohon termasuk dalam etnis Tombulu.

Jika Anda berniat mengunjungi Tomohan, dengan mudah bisa dicapai dari Manado dalam waktu satu jam.Kalau anda ingin tinggal lebih lama di kota berhawa dingin ini, Anda tidak perlu khawatir mengenai akomodasi karena terdapat banyak pengginapan di pusat kota. Penginapan favorit berada di dekat pemukiman warga dimana taman-taman bunga indah bisa disaksikan. Tarif untuk menyewa penginapan bervariasi tergantung fasilitasnya.