Tradisi Suku Dayak Di Loksado

Daerah terpencil di Kalimantan Selatan ini di kenal dengan nama Loksado, suatu kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai rumah suku Dayak di mana mereka hidup lestari dengan lanskap alam yang megah. Menuju tempat ini maka Anda akan menjelajahi jantung pegunungan Meratus sekira dua 1/2 jam dari Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. Selanjutnya bersiaplah terhayut dalam keindahan panorama hutan tropis yang dihiasi rentetan air terjun serta aliran sungai yang membelah lebat hutannya.

Bambo Rafting Sungai Loksado (1)
Lokasi pegunungan Meratus sendiri adalah rumah untuk suku asli Dayak Meratus yang tinggal di rumah-rumah tradisional atau di kenal dengan nama balai. Balai adalah rumah tradisional suku dayak terbagi dalam sepuluh ruangan memiliki ukuran 3 hingga 4 meter yang bisa menampung sampai 10 keluarga. Waktu ini, sekurang-kurangnya ada 43 balai bisa ditemukan di 9 desa di Loksado serta yang paling populer yaitu Balai Hambawang Masam, Balai Kebiasaan Malaris, Balai Kacang Parang, serta Balai Haratai.

Meskipun telah banyak suku Dayak yang berpindah tinggal dirumah moderen tetapi demikian balai-balai ini masih dipakai untuk beragam aktivitas terlebih ritual kepercayaan adat. Sama seperti umumnya suku Dayak, Dayak Meratus berpedoman keyakinan turun-temurun yakni Kaharingan yang bermakna “kehidupan”. System keyakinan ini yakini rencana Dewa Agung yang mengutamakan keharmonisan pada manusia serta alam dan pada manusia serta Tuhan.
Suku Dayak Meratus mempraktekkan ritual Aruh Ganal yang dikerjakan secara besar-besaran. Ada tiga bagian dalam ritual ini, pertama, Aruh Basambu (behuma/menugal) sesudah tanam padi atau kira-kira bulan Februari. Ke-2, Aruh Bawanang Halin yang dikerjakan untuk merayakan musim panen pada Juni. Paling akhir yaitu Aruh Bawan Banih Hanlin yakni aktivitas penutupan musim panen pada September. Ritual Aruh Ganal bisa didapati di sebagian desa seperti di Desa Haratai, Desa Muara Lagi, Desa Lahung, serta yang lain.
Kebudayaan suku Dayak sama menariknya dengan kemegahan alam Pegunungan Meratus itu sendiri. Panorama lanskap yang subur dihiasi rangkaian air terjun, yakni : Air terjun Haratai, Ari terjun Riam Hanai, Air Terjun Kilat Api, Air Terjun Rampah Menjagan, Air terjun Pemandian Anggang, serta Air terjun Tinggiran Hayam.

 img_20120216151658_4f3cbb7a16633

Satu diantara keindahan di Loksado yg tidak bisa terlewati yaitu Sungai Amandit yang mengalir melalui jantung hutan Pegunungan Meratus. Sungai yang mempunyai air jernih serta fresh ini dihiasi bebatuan, anak sungai serta jembatan tradisional. Untuk melengkapi semua keindahan ini, menaiki rakit bambu serta menelusuri sepanjang aliran sungai akan memberikan sensasi tersendiri.