Malioboro (Pusat Oleh-Oleh Di Yogyakarta)

Malioboro, Tutup perjalanan darat dari arah Pulau Dewata, Bali, maupun buka lembaran petualangan pertama dari segi barat Pulau Jawa, tidak sebanding sangkanya dikatakan sebagai perjalanan wisata apabila tak menyinggahi Yogyakarta. Seperti Kota Roma di Italia, banyak jalan menuju Yogyakarta.

malioboro executive club and spamalioboro yogyakarta shopping

Dari arah utara, Yogyakarta seperti kesejukan serta kesenangan ragawi yang cuma dapat di tawarkan oleh suatu oasis. Dari barat, sensasi romantisme yang classic menanti jiwa-jiwa yang mengharapkan ada lagi benih-benih cinta serta serasi. Sedang dari timur, suatu harapan bakal persaudaraan serta sahabat karib yang lebih terkesan menaungi tiap-tiap jengkal langkah yang selalu mendekat jantung kota. Yogyakarta merupakan sisi dari perjalanan yang bakal dapat mengubah satu persinggahan jadi suatu tempat selalu untuk pulang.

malioboromalioboro ekspres jogja malang (2)

Tiap-tiap kota mempunyai jalur sebagai poros aktivitas serta penabur ide untuk berjuta warganya. Jalur ini menguraikan makna dari senyuman ramah pada tamu kota, juga pada sesama warga. Jalur ini juga yang mendeskripsikan etalase keagungan seni yang diapresiasi oleh beberapa langkah yang berhenti, terhipnotis lantaran keindahannya. Di Yogyakarta, jalur ini sudah mencuatkan dianya, sekalian kota serta negaranya. Inilah jalur yang bermula dari ungkapan Maliya Saka Bara, ‘mulia dari pengembaraan’, atau ada juga yang mengartikannya ‘jalur untuk orang kecil’, bukan hanya ningrat. Jalur ini di kenal dengan sebutan Malioboro.

malioboro ekspres jogja malang (4) malioboro ekspress jadwal

Seikat kain batik terurai di tepian trotoar Jalan Malioboro, menangkap tiupan angin dari arah samping hingga melambai seperti mau terbang dari tangan wisatawan asing. Pengayuh becak yang bertudung caping menangkapnya dengan tawa serta sapaan berlogat Jawa. Angin kembali menghilang, namun dua orang sudah menjalin kalimat. Skenario ini berlipat serta selalu jadi tambah. Sedang panas matahari yang mengeringkan genangan air di depan Pusat Info Pariwisata perlahan-lahan memaksa pengunjung Jalan Malioboro melenggang dibawah keteduhan lorong-lorong bangunan kuno yang tetap berdiri teguh. Makin rapat mereka jalan serta berlalu-lalang, makin mesra ikatan persahabatan terjalin.

malioboro-1malioboro express train
Beringhardjo seakan malu membukakan gerbangnya, tertutup deretan penjual kudapan asli Yogyakarta. Memasukinya seperti menjodohkan isi dompet dengan beberapa barang paling baik untuk tubuh. Belum lagi waktu malam mendekati, di mana lesehan seperti café jalanan yang tidak bekursi, seperti arena permainan untuk petualang kuliner.

malioboro inn yogyakarta malioboro mall

Redup di satu segi tidak jadi rintangan untuk band jalanan lantaran di segi lain, benderangnya lampu meja senantiasa mengisyaratkan ‘selamat datang’ untuk beberapa penghibur di Jalan Malioboro, rumah beberapa seniman, serta jalur untuk sama-sama jatuh cinta untuk beberapa pengunjung serta tuan rumah pada kota yang menaunginya, Yogyakarta.