Pasar Terapung Muara Kuin (Banjarmasin)

 

 Pasar Terapung Muara Kuin yaitu Pasar Tradisional yang ada diatas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beberapa pedagang serta konsumen memakai jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah shalat Subuh hingga selepas jam 07 : 00 pagi. Matahari terbit memantulkan sinar diantara transaksi sayur-mayur serta hasil kebun dari kampung-kampung selama aliran sungai Barito serta anak-anak sungainya.
Situasi serta aktivitas pasar
0734069-pasar-terapung-620X310
Dengan melihat panoramanya, wisatawan seolah-olah sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, semua jenis ikan serta beragam keperluan rumah tangga ada di pasar terapung. Saat matahari mulai nampak berangsur-angsur pasar juga mulai menyepi, sang pedagang juga mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang didapat dengan kepuasan.
terapung5
Situasi pasar terapung yang unik serta khas yaitu berdesak-desakan pada perahu besar serta kecil sama-sama mencari konsumen serta penjual yang senantiasa berseliweran semakin kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Pasar terapung tak mempunyai organisasi seperti pada pasar di daratan, hingga tak terdaftar berapa jumlah pedagang serta pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan. Beberapa pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedang tangan ke-2 yang membeli dari para dukuh untuk di jual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini yaitu masih sering berlangsung transaksi barter antar beberapa pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar dimaksud bapanduk, suatu hal yang unik serta langka.
Potensi wisata
2.-Wisata-ke-Pasar-Apung-di-Banjarmasin-1
Object wisata ini sering dianggap untuk daya tarik yang fantastik, Banjarmasin seperti Venesia di Timur Dunia, karena keduanya mempunyai potensi wisata sungai. Tetapi ke-2 kota berbeda alam serta latar belakang budayanya. Di Banjarmasin ada banyak didapati di sepanjang sungai rumah-rumah terapung yang disebut rumah lanting, yang selalu oleng dimainkan gelombang.
Daerah Kuin adalah jenis permukiman yang ada di sepanjang aliran sungai (waterfront village) yang mempunyai beberapa daya tarik pariwisata, baik berbentuk wisata alam, wisata budaya ataupun wisata budaya. Kehidupan orang-orangnya erat dengan kehidupan sungai seperti pasar terapung, perkampungan tepian sungai dengan arsitektur tradisionalnya. Hilir mudiknya bermacam perahu tradisional dengan beragam muatan adalah atraksi yang menarik untuk wisatawan, juga diharapkan bisa di kembangkan menjadi desa wisata hingga bisa menjadi pembentuk citra dalam promosi kepariwisataan Kalimantan Selatan. Masih di lokasi yang sama wisatawan bisa juga berkunjung ke Masjid Sultan Suriansyah serta Komplek Makam Sultan Suriansyah, pulau Kembang, pulau Kaget serta pulau Bakut. Di Kuin juga ada kerajinan ukiran untuk ornament rumah Banjar.